Hemmh… sejak ketidak lolosannya saya membuka pintu gerbang Al Azhar Mesir, jujur saya sedikit kalang kabut. yap, selama persiapan untuk test Al Azhar dan menunggu hasil tes nya selama sebulan saya udah gak menyentuh soal2 dan pelajaran sekolah yang notabene adalah hal-hal yang perlu dipelajari kalau kita mau ikut SNMPTN setiap tahunnya.. buset dah pedenya diriku menjadi takabur (ngaku salah)… Astagfirullah… dan akhirnya bagai menabur angin menuai badai (apa coba?) : keteteran! pengumuman yang molor khas Depag (bukan gosip, fakta membuktikan setiap tahunnya) membuat saya besoknya harus bergegas ke bank Mandiri untuk beli pin karena lusa pembelian pin ditutup. sebelum beli, saya berdiam diri dulu didepan gerbang mandiri, masih mikir antara beli atau enggak. padahal uang ditangan dengan seijin mamah. ah bodo, pokoknya sekarang beli dulu pin nya biar aman! Pergi ke bank sendiri untuk beli pin tanpa pengawasan orang yang tahu prosedurnya adalah hal yang gegabah. Beruntung, satpam disana terlampau baik karena mereka ditugaskan untuk menjadi sangat baik dan insyaallah hatinya baik. saya pun diberi pengarahan singkat dan dengan segera mengisi formulir Transfer. isi isi isi… entah kenapa tanganku rasanya kaku banget, mungkin karena tegang bawaan tadi diluar pagar.. akhirnya menghasilkan font tulisan yang cukup buruk kaya anak baru belajar nulis.. parah dah… akhirnya daripada jadi masalah ku ambil formulir lainnya, ku isi kembali dengan hati lebih tenang. sret sret voila beres deh… segera ku kasih mas mas yang jaga counter. bayar bayar dan tring>>>> kudapat juga PIN SNMPTN yang merupakan nyawa hidup calon mahasiswa menuju kampus negri impiannya. Bismillah… hem.. so easy…. but i dont think so.. Dua hari kemudian tepat sehari sebelum ditutupnya pendaftaran, saya pergi ke warnet malam itu. setelah menerima wasiat dan wanti-wanti dari teman-teman yang sudah mendaftar online tanpa ditemani buku panduan daftar online SNMPTN akhirnya saya, dengan sedikit nekat dan gempeur karena pernah mendengar kasus ‘error’ daftar online yang mengakibatkan kamu mesti beli pin lagi yang harganya 150.000 untuk murni IPA/IPS dan 175.000 untuk IPC, akhirnya kuberanikan diri buat ngisi malam itu juga!! yah daftar bikin mail aja gampang, pasti ga jauh dari itu… upsss sompral kali kau… it’s different guys!! Bener bener ni daftar Online bener-bener ribet.. banyak banget form yang mesti diisii!!! masyaAllah… bantu hambamu… tapi dengan seijin Allah gampang juga sih ngisinya Alhamdulillah. tapi semua kelancaran ini ternyata meninggalkan satu masalah yang nyaris fatal. apakah itu…..???? NOMOR KTP DI STRUK PEMBAYARAN PIN DAN DI KTP ASLINYA BEDA, KURANG SATU DIGIT AJA!!! hening…. alis mengkerut… garuk garuk kepala yang gak gatel…. melongo… AAAAAAAARRRGGGGGHHHHH!!!!!!! ASTAGFIRULLAAH!!!!! MUSIBAAAH!!!!! aku duduk terpekur… kutelepon costumer SNMPTN… sialnya gak nyambung2… BOHONG TUH NOMBER BAPAK KEPALA DIKTI INDONESIA! Akhirnya dengan wajah putus asa ditambah air mata yang menggenangi mata bersiap mengalir, tanpa mikirin pulsa ku telpon lah zaira yang udah daftar, curhat masalah itu… zaira buru-buru baca buku panduan daftar online dia bacain bagian yang kalo kita naglamin eror. harus balik ke bank, perbaiki lagi en gratis. Tapi hal itu cukup mustahil, itu malem sabtu dan hari sabtu bank libur. bener-bener musibah akbar… selesai ngobrol tanpa solusi yang jelas, ku telpon lagi Nadia, ku curhat lagi dan hasilnya sama… lalu dengan banyak pertimbangan, akhirnya dengan hati getir ditambah sedikit transfer kekuatan dari mereka berdua. ku nekat aja isi nomor katepe pakai seri yang di struk pin. mudah2an gak jadi masalah panjang. Dan Allah pun berkehendak…… pagi itu jam setengah tujuh dengan ajaib (dianter kakak sih) saya sukses menginjakkan kaki di depan gerbang barat ITB yang kemudian disusul dengan datangnya sohib tsanawiyahku, Nisa.. yang kali ini menjadi partner test SNMPTN di gedung timur GKUB ITB. karena kita janjian di gerbang barat yang berlawanan dengan gerbang timur yang terlewat sebelumnya, akhirnya kali pagi itu keliling2 ITB dengan jalan kaki. semua ada hikmahnya, belum juga jadi mahasiswa kita udah bisa ngerasain gimana jadi mahasiswa ITB kalo salah masuk gerbang yang berakibat cukup fatal: Jalan kakinya jauh banget
dan 15 menit kemudian sampailah kami did depan gedung itu… gedungnya tingkat 4 dan naasnya saya kebagian di ruangan 16 lantai 4! nasib… oke sebenarnya saat saat inilah yang paling menegangkan buat saya. karena sebelum semua peserta masuk, mereka di chek dulu kartu peserta dan kartu identitasnya. Dan ini bisa jadi musibah buat saya…. sekitar jam 8 peserta diinstruksikan masuk ke ruangan, tapi sebelumnya mereka harus memperlihatkan kartu peserta online yang sudah di print plis kartu identitas mereka. Dengan hati tegang dan mulut yang komat kamit berdo’a akhirnya masuklah saya ke ruangan itu yang langsung dicegat oleh panitia pelaksana yang masih mahasiswa ITB itu. waktu kedua kartu itu diserahkan ke panitia, jantung rasanya mau copot. tak sampai 8 detik kartu tersebut dikembalikan lagi ke tangan tanpa ada sepatah katapun dari panitia. hening….. HOREEEE ALHAMDULILLAH LOLOS!!!! :O hoof…. akhirnya…. hehehe… dan setelah masa yang menegangkan itu akhirnya saya bisa fokus mengerjakan soal TPA dan tes pelajaran lainnya. jujur, ini kali pertama saya ngerjain tipe soal SNMPTN… dan menurut saya: ….YAAMPUN INIMAH 10X LEBIH SUSAH DARIPADA SOAL UN!!! serius, soal UN gak ada apa-apanya. karena bahasa yang dipakai jauh beda… bahasa soalnya itu bahasa mahasiswa deh, bukan bahasa siswa…. ternyata bener2 tu SNMPTN hanya untuk orang yang terpilih dan beruntung
.. hahah… mudah2an saya salah satu yang termasuk yang beruntung itu ya Rabb… Aamiiin… Besok, pengumuman hasil SNMPTN dibuka di seluruh Indonesia dan tentunya Online. Entah ekspresi bagaimana yang bakal saya keluarkan besok. sedih, senang, atau tiis?? who knows. yang pasti hanya do’a yang sekarang bisa dipanjatkan untuk mendapatkan hasil balik snmptn hari pertama: sempoyongan ke taman ganesha
ahhahahahaha yang terbaik. semoga cita-cita ku terkabul….. Aamiin Ya Rabb……….
oleh: Funa El Humaira (Alumni MASANDA 2009/2010)

Buku ini ditulis disesuaikan dengan konteks zaman sekarang, dimana saat ini banyak terjadi kasus pembunuhan berdarah dingin. Dalam buku ini diceritakan tokoh Si Serigala Perak yang ingin membalas amarah dendamnya dengan cara mengutus para kroninya, yakni: pembunuh bayaran, gangster penuh dendam, dan agen Klan Fuma yang sangat kejam. Sasarannya adalah Para pelindung kedamaian.
Pada hari selasa tanggal 20 juli 2010,saya berbincang-bincang dengan Ibu Titin Khatimah. Ibu Titin (demikian kami memanggilnya) adalah guru biologi di MASANDA, sekitar jam 12.30-an.
Santri disidang seperti mahasiswa? kedengaran agak asing, akan tetapi itulah kegiatan sidang munaqosah yang diikuti oleh para santri maullimin kelas XI.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Bulan Maret 2010 ini merupakan salahsatu dari bentuk latihan yang dilakukan oleh para santri dimana mereka berusaha menuangkan ilmu yang telah mereka dapat dalam sebuah karya tulis dan dipertanggungjawabkan dihadapan apara penyidang, yang tiada lain adalah para gurunya sendiri. Semoga apa yang telah mereka lakukan, bisa menjadi benih yang bermanfaat serta bisa mereka kembangkan dimasa-masa yang akan datang.
Orang mu’min dengan mu’min lagi bagaikan satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya.
Melihat banyaknya musibah yang menimpa saudara kita seperti banjir khususnya didaerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda bekerja sama dengan RA/TK Asyfiya memberikan sumbangan berupa uang, beras, mie, susu bayi , pakaian layak, dll.
Buku ini ditulis sesuai dengan keadaan dan zaman sekarang. Dimana banyak generasi muda yang memiliki impian sekolah di luar negeri tapi tidak tahu cara untuk mewujudkannya. Di buku ini di ceritakan perjuangan para generasi muda Indonesia yang harus hidup di negeri orang yaitu Belanda. Ternyata banyak jalan untuk mewujudkan cita-cita itu.
Revolusi sosial yang terjadi di daerah Sumatera Utara (khususnya Tanjungpura dan Binjai) pada tahun 1964 telah memakan banyak korban yang tak bersalah, terutama dari kaum bangsawan melayu. Salah satunya adalah Tengku Amir Hamzah. Penyair kenamaan dan pahlawan nasional ini dihukum pancung oleh algojo dari laskar kiri tanpa ada proses pengadilan.

