17 November

Lawan Rasa Malas!…

Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.

Biasanya, rasamalas itu diakibatkan pula oleh “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas sekolah, dll.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke sekolah.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.

Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:

1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.

Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan- tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai, dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan, mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.”

2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan- tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan- tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.

Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.

Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama- lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self- motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

“Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”

4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”. Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan kliennya. Dan siswa  yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran pihak wali kleas atau bahkan pihak BP. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada kita.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.

Geser Pola Pikir

  • Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

  • Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

  • Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Ingat!… Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Beberapa point diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

sumber:
1. http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2008/08/cara-mengatasi-rasa-malas.html
2. http://www.pengembangandiri.com/articles/56/1/Motivasi-Tips-Mengatasi-Rasa-Malas/Page1.html

17 November

CTL, Menggempar MAS Manba’ul Huda


Guru merupakan tonggak dari perkembangan pendidikan di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. Maka, untuk meningkatkan mutu maupun kualitas guru diperlukan sebuah usaha. Salah satunya dengan mengadakan sebuah pelatihan dalam menjaga keprofesionalisme seorang guru. Dan CTL-lah salah satunya.
Classroom Language Training atau CTL merupakan salah satu program dari British Council dalam menunjang pendidikan di Indonesia. CTL diadakan untuk memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru Bahasa Inggris. Program ini dilaksanakan dengan adanya kerjasama antara pihak British Council dan beberapa sekolah yang ada di pelosok negeri ini. Salah satu sekolah pendukung program ini adalah Madrasah Aliyah Swasta Manba’ul Huda. British Council menyatakan bahwa sekolah ini termasuk Islamic School Support Network, sehingga dipilihlah tempat ini sebagai salah satu tempat pelaksanaan CTL.
Pada tanggal 26-28 November 2010 telah diadakan CTL di kawasan sekolah MAS Manba’ul Huda. Persiapan mengenai kegiatan ini dilakukan dengan matang. Hal ini terlihat dengan fasilitas yang dipersiapkan oleh pihak penyelenggara cukup lengkap. Tak hanya kelengkapan fasilitas yang tersedia, kesigapan dari pihak panitia pun terlihat sepanjang pelatihan ini.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh beberapa guru Bahasa Inggris. Sebagian besar peserta yang datang mengikuti kegiatan ini berasal dari luar Bandung. Peserta tersebut adalah berasal dari Semarang, Malang, Banten, Bogor, Bekasi, Kuningan, Palembang, dan beberapa daerah lainnya. Para peserta pelatihan ini selama berlangsung pelatihan menginap di salah satu hotel di Bandung, Hotel Lingga.
Instruktur dari pelatihan merupakan perwakilan dari British Council bernama Ika Damayanti. Seorang Ika Damayanti telah memiliki begitu banyak pengalaman mengenai pendidikan. Beliau pernah mengenyam pendidikan di Inggris. Tak hanya itu, pengalaman sebagai trainer di British Council telah lama ditekuni. Dari pengalaman inilah beliau berbagi dengan para peserta pelatihan.
Kegiatan ini adalah sebuah wadah untuk berbagi pengalaman antara peserta dengan peserta maupun peserta dengan instruktur. Tak hanya itu, pelatihan ini dapat memberikan pencerahan bagi para guru Bahasa Inggris tentang trik serta metode ideal dalam mengajar Bahasa Inggris.
Ada beberapa tema yang diangkat dalam pelatihan ini. Tema tersebut adalah How To : Starting Lesson, Finishing Lesson, and Giving Instruction. Ketiga tema ini merupakan tema yang sederhana dan seringkali dilakukan oleh semua guru. Namun, dengan pengemasan pelatihan yang tepat dan kreatif membuat penyampaian mengenai ketiga tema ini menjadi menarik. Banyak hal baru maupun hal yang terkadang terlupakan diungkapkan dalam pelatihan ini.
Proses pelatihan ini tidak berakhir sampai di sini. Para peserta dari CTL ini dituntut untuk berbagi pengalaman dengan guru-guru lainnya. Dalam hal ini, peserta CTL dituntut menjadi seorang trainer bagi guru Bahasa Inggris lainnya. Jangka waktu pelaksanaan pelatihan CTL bagi guru lainnya adalah bulan Januari 2011. Dan ini harus dilaksanakan oleh setiap peserta CTL.
Selama berjalannya proses pelatihan ini, para peserta mengikutinya dengan antusias. Mereka mengikutinya sejak awal sampai akhir dengan seksama. Berbagai macam permainan maupun diskusi diikuti oleh peserta dengan antusias. Hampir semua peserta pelatihan ini mengungkapkan opini maupun pendapatnya dalam pelatihan ini. Tak hanya itu, hampir semua peserta dari CTL menganggap bahwa pelaksanaan pelatihan ini waktunya terlalu singkat.
Keakraban dari para peserta pun telah terbentuk selama pelatihan ini berlangsung. Hal ini terungkap dengan akan dibentuknya sebuah forum facebook khusus bagi para peserta CTL MAS Manba’ul Huda. Forum ini dapat digunakan sebagai wadah berbagi bagi para peserta. Dengan adanya wadah ini para peserta CTL ini berharap dapat terus kontak antara satu dengan lainnya. Jadi, CTL bukan hanya sebuah kegiatan pelatihan tetapi juga mampu membentuk tali silaturahim antara guru Bahasa Inggris Tingkat Madrasah di Indonesia.
by. Pratiwi Subrata

27 July

Musik Klasik dan Santri

Minggu, tanggal 24 Juli kemarin, KlabKlassik dipercaya untuk mempresentasikan program-programnya di Pesantren Manba’ul Huda, daerah Cijawura. Hal tersebut dimungkinkan karena sang kepala sekolah, Rosihan Fahmi, menginginkan adanya sentuhan musik bagi siswa-siswinya. Katanya, “Agar pola berpikir mereka tidak jadi hitam putih.”

Musik (as-sama’) bukanlah sesuatu yang terlalu akrab dengan dunia keislaman, setidaknya itu yang menjadi stereotip. Aliran-aliran tertentu dalam Islam bahkan mengharamkan musik. Contoh konkritnya ada di Afghanistan. Ketika Taliban menguasai pemerintahan, mereka yang ketahuan memutar musik di rumah atau di mobilnya, akan dihukum. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa musik punya efek “memabukkan”. Dalam kadar tertentu, musik dipercaya dapat membuat insan pendengarnya “melupakan Allah”.

Namun pertanyaan kritisnya, apakah dengan demikian tidak ada musik dalam tubuh Islam itu sendiri? Coba dengarkan lantunan adzan ataupun seseorang yang mengaji. Dengan sentuhan “musikal” atau nilai-nilai estetika dalam lantutan tersebut, adzan ataupun ayat-ayat Al-Qur’an bisa lebih masuk ke hati daripada jika diucapkan secara datar. Aliran dalam Islam lainnya, seperti sufisme, bahkan mewajibkan musik sebagai syarat untuk tawajjud alias ekstase. Dalam ekstase ini, makhluk bersatu dengan khalik, tiada perbedaan antara keduanya. Artinya, haramnya musik adalah tergantung dari penggunaannya. Musik itu sendiri secara an sich barangkali susah didefinisikan. Karena apapun bisa jadi musik, seperti bunyi curahan air hujan atau orkestra kodok di sawah. Yang terpenting, tujuan dari penggunaan musik itu sendiri bukanlah untuk menjauhkan diri dari yang khalik. Melainkan justru untuk lebih mengenal-Nya.

Pro dan kontra, halal dan haramnya musik tidak menjadi halangan bagi KK untuk mengenalkan musik klasik di Pesantren Manba’ul Huda. Setiap hari Minggu jam 10.30, KK mendapat kesempatan untuk berbagi dan mengupayakan insan pendengarnya untuk menghargai apapun yang mereka dengarkan. Selain itu, KK juga akan berbagi tentang dasar-dasar bermain musik dalam format solo maupun ensembel. Tidak ada harapan berlebihan yaitu si murid harus mencapai tawajjud. Tujuannya sederhana saja, selain mengasah hati seperti yang kepala sekolah siratkan tadi, KK juga ingin membuat siswa-siswi pesantren mengenal musik secara lebih mendalam, sebagai salah satu ciptaan Allah yang agung.

(Judul asli:musik klasik masuk pesantren,lihat di http://www.klabklassik.blogspot.com/)

27 July

Student Day is My Day

Hari minggu bagi kebanyakan orang adalah hari libur dan saatnya untuk bertamasya. Bagi kami, hari minggu/ahad adalah saat yang tepat untuk belajar dan bertamasya bersama teman-teman beserta para tutor klab di acara studen day-nya MASANDA. Untuk Tahun Pelajaran 2011-2012, MASANDA sengaja tampil beda, jika ditahun-tahun sebelumnya hari minggu diisi dengan kegiatan pembelajaran sebagaimana lazimnya belajar pada hari-hari biasa, namun tidak di hari-hari minnggu di tahun ini.

Awalnya biasa saja, para santri MASANDA sudah harus berkumpul sebelum jam 7 pagi teng-teng. Setelah berkumpul dilapangan dengan ritual apel seperti biasa khas MASANDA, para santri diperkenankan masuk ke masing-masing kelasnya lalu dilanjutkan dengan ritual kelas, dari mulai berdoa, baca Al Quran, sampai absensi, setelah itu para santri mulai berbondong-bondong keluar kelas menuju Masjid Manba’ul Huda, yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi kelas untuk mengikuti kegiatan Bahsul Kutub (Membahas Kitab; topiknya adalah hal-hal yang berkenaan dengan keseharian). Salah satu perbedaan yang mencolok di kegiatan hari minggu/ahad tahun ini adalah para santri diperkenankan menggunakan pakaian keseharian mereka (bebas dari menggunakan baju seragam sekolah).

Setelah selasai acara Bahsul kutub,kira-kira sampai jam 9-nan,kegiatan dilanjutkan dengan ekskul dengan ragam pilihan. Para santri MASANDA berhak memilih lebih dari satu ragam eksul untuk diikutinya. Bahkan, santri bisa memilih sekaligus 3 Klab yang ada di ekskul Masanda. Hari pertama kegiatan student day, diisi dengan acara presentasi klab, dimana para tutor ahli dibidang-nya masing-masing berhak untuk mempresentasikan program-program unggulannya masing-masing dihadapan para calon anggota klabnya, al hasil kejadiannya kaya kegiatan lelang barang….xixixixi seru!…

Presentasi diawali dari Klab Menulis Kreatif, yang kali ini di Pandu oleh Kang Beni, seorang Sarjana Sastra Inggris lulusan UIN SGD, yang kini tengah aktif menulis di berbagai media masa, turut berbgai bersama santri Masanda untuk mengembangkan dan mendorong minat santri untuk menulis. Dilanjutkan oleh Palupi dan Rudy, mereka ini adalah para perajut sejati yang biasa nongkrong di tobucil n klabs. Selanjutnya presentasi diikuti dari klab jepang,klab theater, klab matematika, klab musik klasik, dan Thifan Po Khan.

Suasana perdana presentasi student day, diakhiri dengan alunan musik klasik yang dibawakan oleh kang syarif (tutor klab klasik), ditutup dengan pendaftaran para peminat klab ke masing-masing tutor. Di MASANDA hari minggu bersama teman dan para tutor klab, menjadikan hari yang menyenangkan.

~rosihan fahmi~

24 July

Minoritas Berkualitas

Alhamdulillah…pada tahun pelarajan 2011-2012 ini, Masanda dihiasi oleh kurang lebih dari 20 peserta santri baru, dari berbagai daerah dan lulusan, baik dari SMP maupun Tsanawiyah. Adalah jumlah yang sedikit memang, pabila dibandingkan dengan sejumlah sekolahan sederajat lain yang sudah mampu menampung ratusan siswa pada tiap tahunnya. Bagi Masanda, ini semua adalah berkah, sekaligus amanah yang patut dan wajib untuk diperjuangkan.

Jika kebanyakan sekolah menyebutnya MOS (Masa Orientasi Siswa), maka kami menyebutnya TASAMMUH (Ta’aruf Santri MA/MMI Manba’ul Huda). kegiatan TASAMMUH kali ini lebih dikonsentrasikan pada pengenalan kepada para santri baru utnuk mengenal lebih jauh medan akademik yang akan mereka lewati selama belajar di MASANDA. Selain dengan pengenalan sejumlah mata pelajaran (mapel) berikut dengan para asatid yang membimbingnya kelak, santri baru Masanda juga diperkenalkan dengan program-program baru unggulan Masanda, sebagai bentuk dari ikhtiar dalam merangkai impian sejati para santri selama menimba ilmu di Masanda.

Adapun program-program itu antara lain adalah:
1. Tahfidz Quran minimum 3 Juz
2. Tahfidz Hadis minimum 300 Hadis (sanad & matan)
3. Praktek Mengelola Zakat Fitrah
4. Praktek Mengurus Jenazah
5. Praktek Mengelola Iedul Qurban
6. Praktek Ibadah Haji
7. Menulis karya ilmiah
8. Praktek Lapangan di Masyarakat (selama 2 minggu)
9. Student Day, dengan ragam pilihan ekskul
10. dan lain sebagainya.

Prosesi TASAMMUH berjalan cukup singkat, hanya dalam waktu kurang lebih 12 jam kegiatan pun berakhir. Sengaja kami lakukan semuan ini, karena kami sadar masa orientasi atau TASAMMUH bukanlah ajang “perpeloncoan” dan bukan pula ajang bales dendam gak jelas para kakak kelas terhadap adik kelas barunya. TASAMMUH adalah bagian dari program pembelajaran.

Waktu pelaksanaan TASAMMUH yang singkat serta peserta yang sedikit, bagi MASANDA merupakan bagian dari keteguhan dalam membangun konsistensi dan kesinambungan dalam menjalankan program pembelajaran yang sepenuh hati. Kami percaya, bahwa jumlah bukanlah sepenuhnya ukuran kemuliaan. Kami memang minoritas, minoritas berkualitas!…

Minoritas berkualiatas, berarti kami sepenuhnya akan berjuang maksimal dalam memperjuangkan amanah dan kepercayaan masyarakat kepada kami, dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik bagi santri Masanda.

~rosihan fahmi~

24 July

Pelepasan Santri Masanda 2011

“MENANAM BENIH KEJUJURAN, MEMETIK KEBERHASILAN.”

Tasyakur Binni’mah & Pelepasan Santri Masanda Angkatan XII, selesai sudah digelar di Gedung KNPI Jawa Barat, Soekarno Hatta, Bandung. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan pun terjalin hangat dan meriah. Kemeriahan yang diiringi dengan dilatunkan untuk pertama kalinya lagu “Hymne Masanda: Impian Sejati” oleh grup Nasyid FBA (Fery, Biri, Arsyad & Abdurrahman) yang tiada lain adalah para santri Masanda sendiri. FBA tidak hanya sekadar melantunkannya dengan penuh bangga, haru serta semangat namun mereka jualah yang berjuang keras menciptakan lagunya, hanya dalam kurun waktu kurang lebih seminggu, mereka berhasil merampungkannya.

Bukan hanya FBA, yang mampu memeriahkan acara Pelepasan Santri Masanda Angkatan XII, yang bertajuk “MENANAM BENIH KEJUJURAN, MEMETIK KEBERHASILAN.” yang dilangsungkan pada tanggal 17 Rajab 1432 H./19 Juni 2011, kehadiran para tamu undangan dari segenap penjuru Pimpinan Cabang Persatuan Islam sewilayah Bandung Timur pun turut hadir. Kehadiran mereka dalam acara ini diantaranya adalah untuk “menerima” kembali para santri yang telah sekian lama “dititipkan” di PONPES MANBA’UL HUDA. Prosesi serah terima santri pun di wakili oleh salah satu PC, sebagai bentuk menjalin tongkat estafeta perjuangan dalam membina jamaahnya masing-masing.

Tausiah yang disampaikan oleh Ust. DR. Hasan Ridwan pun, mampu memberikan spirit baru bagi para alumni juga para asatidz, agar terus semakin kukuh dan bersemangat dalam membina para santri dan lulusannya untuk senantiasa bersikap jujur, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasul Muhammad.

Meski suasana masih dilingkupi harap-harap cemas bagi para alumni yang tengah “mengadu nasib-nya” dalam mengikuti sejumlah tes untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, para alumni Masanda tetap ceria dalam mengisi acara tersebut, sembari menyaksikan kilasan-kilasan perjalanan mereka selama berada di Masanda, yang berhasil ditayangkan oleh Ust. Iwan Rosadi dalam rangkaian slide foto-foto kenangan.

Dipenghujuang acara, kegiatan dihiasi dengan pengumuman Masanda Award bagi para santri, dari mulai santri tergokil sampai santri tersholeh. Selamat bagi para peraih Masanda Award, selamat bagi Alumni Masanda XII, Selamat berjuang !

~rosihan fahmi~

4 July

Buah Manis Kejujuran

“LEBIH BAIK DIKATAKAN PECUNDANG HARI INI DARIPADA DIKATAKAN PECUNDANG KELAK DI AKHIRAT”

16 Mei 2011 adalah tanggal pengumuman kelulusan kami, kelas 12. Deg-degan begitulah kira-kira perasaan kami saat itu. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya tiba waktunya para asatidz mengumumkan kelulusan kami. Sebelum pengumuman yg mendebarkan itu kepala sekolah kami dan wali kelas kami mengingatkan kami untuk bisa menerima hasil apapun nanti, sebab yg terpenting bukanlah kami lulus tetapi cara apa yg kami tempuh untuk mencapai kelulusan itu. kejujuran di atas segala-galanya, begitulah kira-kira nilai yang bisa aku ambil dari nasehat para asatidz kepada kami semua dalam menempuh ujian ini. Akhirnya tiba waktunya pengumuman kelulusan kami, para asatidz membagikan amplop sesuai dengan nama kami. Ust.Fahmi, kepala sekolah kami menyuruh kami untuk membuka amplop itu secara bersama-sama. Menangis karena bahagia itulah ekspresi yg banyak aku lihat di wajah teman-temanku ketika tahu kami lulus 100 %. Subhanallah…inilah buah manis dari kejujuran yang engkau ajarkan pada kami ustadz, dan ustadzah. Sayang, tak semua dari kami mengamalkan kejujuran yg para asatidz ajarkan, ada sebagian dari kami yang masih tak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, masih ada yang memilih jalan pintas dibandingkan jalan yang Allah ridoi.Semoga di tahun depan tak ada lagi yang memilih jalan pintas. :D

by. afifah azzahro

29 May

Detik-detik yg Bikin Deg-degan

Setelah perhelatan UN berakhir, hal apa coba yang pastinya bakal ditunggu-tunggu oleh para peserta UN 2010-2011?…apalagi kalau bukan moment pengumuman kelulusan UN!?…
Momen detik-detik kelulusan ini sempat di abadikan oleh Ust. Endang. Semoga moment ini, akan selalu diingat dan spirit MASANDA, yang selalu mengedepankan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tetap dipertahankan.

29 May

Ruqyah yang Diperbolehkan

Kesalahpahaman masyarakat pada zaman sekarang ini yaitu ketika seseorang terkena musibah kerasukan jin, atau penyakit fisik lainnya, maka salahsatu alternatif yang sering dipakai untuk penyembuhan adalah dengan mendatangi dukun, paranormal dan praktek-praktek supranatural lainnya. Alih-alih hal ini mendatangkan penyembuhan, malah justru menjatuhkan pelakunya pada musibah lain yang lebih berbahaya. Bisa jadi penyakitnya akan semakin kalau pun ada kesembuhan yang ia rasakan pada saat itu, maka kesembuhan ini adalah tipu daya, yang pada akhirnya akan menambah permasalahan dalam kehidupannya. Selengkapnya…

download di:RUQYAHYANGDIPERBOLEHKAN

21 May

Angin Topan Kala UN 2011

Bagiku UN bukan segalanya yang penting ana (aku:bhs. Arab) berusaha dan Allah-lah yang menentukan hasilnya, bagaimana pun caranya kita belajar selama 3 tahun bukan UN yang kita tuju tapi Mardhatillah kita diwajibkan menuntut ilmu kemana saja dan dimana saja. bagi ana, ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan bahwa kitalah makhluk Allah yang terbaik dan sempurna.

Pada saat Ujian Madrasah biasanya ana datang lebih awal, disana belum terlihat banyak orang melainkan ada beberapa orang dari pengurus Sekolah tersebut. Nah situasi pun masih sunyi seperti tidak ada orang dengan suhu yang cukup dingin dan menyegarkan.
Tapi, ketika Ujian Nasional pada hari 1 (pertama) itu malah sebaliknya orang-orang sudah pada datang dari jam setengah tujuh padahal Masuk Ujian itu jam delapan. Pada moment itulah ana menaruh curiga. Ada apa ini kok tak biasanya?????????

Setelah itu, ana ingin ke WC karena ingin BAK. setelah ana datang ke WC ternyata banyak orang-orang yang sedang bergerumul dan ketika ana masuk, semuanya pada bubar. Ada apa ini???????????
ya setelah itu ana tertawa sendiri, hehehahahaha….apakah ini bagian dari peristiwa yang ana curigai?..bahwa mereka tengah “berusaha”!?..wallahu’alam. Kemudian ana pergi ke kelas dan tertawa terus…………….. soalnya bagi ana itu peristiwa yang aneh sekaligus lucu dan ana ceritakan kejadian tadi pada yani , zuhud, dan rima (teman di MASANDA). Selang beberpa menit kumudian semuanya datang (orang-orang yang tadi pada ngumpul di wc)dan yang paling lucu ada seorang temen ana dia menghapal kode pas Ujian Madrsah padahal kodenya berubah Wah disana dia Ambek-ambekan teu pararuguh, dan ana pun tertawa ngakak. Tidak begitu lama, kemudian datang temen dari MA lain masuk dan memberikan jawaban yang sama dengan temen saya itu……
waduh meuni repot………………!!!!!!!!!!! Makanya, BELAJAR DONK hehehe!!!!

Salama proses ujian, biasanya pengawas pengawas itu mengawasi bila ada murid atau peserta UN yang melakukan kecurangan tapi ini mah tidak. Malahan sampai hari ketiga ada yang menggoda, temen saya SD, yang saat itu sedang sama-sama menghadapi UN, dia itu diberi kunci jawaban oleh guru lewat sms kemudian menyuruhnya untuk disebari kepada yang lain dan ana ditawarin: “ini kamu mau kunci jawaban dan itu diperlihatkan namun cara memperlihatkannya hanya sekilas (cepat banget)… sehingga ana sendiri tidak bisa melihatnya, mungkin Allah masih sayang sama ana. Lalu, temen SD itu berkata: ” di em-ha mah teu aya bocoran nya.!”, komentar ana teh: “muhun didieu mah teu AYA bocoran!.”

Ya, kalau dipikir-pikir Masa KITA KALAH HANYA DENGAN 4 HARI DIMANAKAH AQIDAH KITA!!!Nah disana ana mencoba dan terus menerus meyakinkan lagi sehingga benar-benar yakin. Hidup ini hanya satu kali. dan Ana MENOLAK UNTUK MENERIMA BOCORAN,APAPUN DAN DARI SIAPAPUN!

Pokoknya, pengalaman ana selama UN teh rada-rada pika lucueun-lah. Walupun teman ana yang pernah satu SD itu sudah di tegor, eeeh orangnya teh keukeuh wee. Kalau bahasa gaulna mah loe loe, gue gue dan pokoknya mah bermacam-macam rasa perasaan ana pada waktu itu…bisa jadi malah godaan saat UN teh seperti sedang berhadapan dengan angin topan-lah1..mun teu kuat, pastina bakalan kababawa.

Jadi dasarnya bagi ana mah: AQIDAH, IMAN, dan TAQWA ,UN bukan segalanya dan hanya salah satu batu loncatan yang memang harus ana lewati. Tapi bagi ana; ALLAhlah segalanya, dan hidup di Dunia hanya sekali,akhiratlah yang abadi.

Hidup adalah pilihan
Sabar Syukur kuncinya
Jangan hanya ingin senang di Dunia saja,
Tapi bikin senang baik di dunia maupun di akhirat.

Keep istiqomah, dalam kebaikan dan kejujuran!
Allah tujuan kita, Al-qur’an pedoman kita , Islam agama kita!
dan ana bersyukur sekolah di em-ha/MASANDA.

Waallahu ‘Alam bis Shawab
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar

oleh; Wawan Kustiawan