Hukum Mengkonsumsi Obat yang Mengandung Alkohol

ABSTRAKSI
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul“Hukum Mengkonsumsi Obat yang Mengandung Alkohol”, guna memenuhi persyaratan kelulusan di pesantren persis 110 Manba’ul Huda Bandung.
paper ini dibuat dalam rangka memperdalam salah satu masalah agama yang sangat diperlukan bagi masyarakat dalam memahami kandungan alkohol yang terdapat di dalam obat. Masih banyak masyarakat yang keliru atau binggung dan mempertanyaka apakah boleh mengkonsusi obat yang mengandung alkohol maka apakah hukumnya menjadi haram seperti haramnya khamer. Maka dari itu penulis pada kesempatan ini akan menerangkan sedikitnya tentang hukum yang terdapat dalam obat yang mengandung alkohol jika dikonsumsi.

Asal Masalah

Hampir tidak ada manusia di dunia ini yang sepanjang hidupnya terus dianugerahi kesehatan. Walaupun semua orang berusaha untuk mencegah datangnya penyakit ke tubuh, namun penyakit masih tetap saja bisa menembus sistem imun yang ada pada manusia karena tidak ada manusia yang kebal dari penyakit. Mulai dari manusia tingkat atas hingga tingkat bawah, semuanya pasti pernah terserang penyakit. Selain itu, penyakit juga bermacam-macam bobotnya, ada yang berat, sedang, dan ringan dalam menyembuhkannya.

Para dokter dahulu dapat menyembuhkan penyakit yang ada dengan bahan-bahan yang seadanya pula, dan penyakit dahulu pun tidak terlalu beragam. Tidak seperti zaman modern saat ini yang serba berkembang, yang dimana penyakit pun ikut berkembang bersamaan dengan perkembangan zaman yang pesat ini.

Dari berbagai pengalaman para medis yang sangat banyak dalam hal pengobatan, maka para medis pun bereksperimen untuk menangani penyakit-penyakit yang berkembang atau penyakit-penyakit yang baru muncul di zaman modern ini. Pastinya lebih berat, lebih ganas, dan lebih sulit disembuhkan.

Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda tentang berobatlah atau carilah obat karena sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya.
عن أسامة بن شريك قالت الأعراب يا رسولا لله “ألا نتداوى قال نعم يا عباد الله تداووا فأن الله لم يضع داء ألا وضع له شفاء ألا داء واحدا” قالوا” يا رسول الله وما هو”قال” الهرم”
Artinya :
Dari Usamah bin Syuraik ia berkata: seorang Arab Badui bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab: “Ya, wahai hamba Allah berobatlah. Karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menrunkan obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka beratanya: “apa itu?” Beliau menjawab: “Tua” (HR. At-Tirmidzi)

عن أبى هريرة رضى الله عنه عنالنبى صلى الله عليه وسلم قال :” ما أنزل الله داءًألا أنزل له شفاءً
Artinya :
Dari abu Hurairah semoga Allah meridoi kepadanya ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menurunkan baginya obat” (HR. Bukhari)

Perkembangan ilmu kedokteran barat (modern) telah jauh melampaui ilmu kedoktran dunia timur dan menjadi pilihan utama bagi umat manusia. Namun ilmu pengobatan dunia timur ternyata tdak begitu saja hilang dan dilupakan. Jamu, akupuntur, refleksi, pijat/urut, bekam, aroma terapi, yoga, dan pengobatan energi alternatif nonlogis merupakan beberapa pengobatan yang kini masih tetap aksis menjadi pilihan disamping pengobatan modern.

Karena disamping pengobatan timur yang mahal, pengobatan barat adalah pengobatan yang memang sedikit beresiko dibanding pengobatan timur.diketahui bahwa penggunaan obat berbahan kimia sintetis yang sebagian besar digunakan oleh pengobatan modern sejatinyalebih beresiko bagi tubuh. Tapi orang-orang muslim zaman sekarang ini kebanyakan memilih obat-obatan modern karena lebih cepat dalam penyembuhannya.
Pengobatan barat yang tidak akan mengenal batasan halal haram (dalam islam). Mereka orang-orang barat akan memasukan bahan-bahan yang haram (menurut islam) dengan biasa karena menurut mereka orangbarat tidak ada kata haram. Contohnya alkohol
وعن امسلمة رضى الله عنها عن النبى صلى الله عليه وسلم قال:” أن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرّم عليكم”
Artinya :
Dan dari ibnu mas’ud semoga Allah merdhai kepadanya ia berkata: “sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang di haramkan bagi kalian.” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqqi dan di shahihkan oleh Ibnu Hiban)
Jika sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah tidah boleh dijadikan obat contohnya seperti bagian dari babi baik itu minyak kulit atau yang lainnya itu tetap haram dan tidak boleh di jadikan obat, dan apakah berlaku hukum bagi alkohol yang dijadikan campuran obat yang dimana alkohol adalah bahan dasar dari khamer.

Maka dari semua keterangan yang telah ada sangatlah penting untuk diketahui agar bahan obat apa yang terkandung di dalam obat yang kita konsumsi benar benar jelas kehalalannya. Serta untuk memberi gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat awam, untuk meluruskan beberapa pandangan yang penulis anggap keliru yang dapat menyesatkan, bahkan dapat menyebabkan diambilnya suatu keputusan yang sangat merugikan semua pihak. Melalui buku kecil ini, berharap permasalahan menjadi terang, akhirnya apa yang kita konsumsi merupakan bagian yang disyari’atkan baik makanan dan minuman yang hallalan toyyiba.

Dasar Kajian

HUKUM
Pengertian Hukum
Hukum menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah, dan undang-undang.
Hukum adalah sebagai peraturan yang diadakan untuk member bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk yang berakal yang berkuasa atasnya. Austin (friedmann,1993,149)
Hukum menurut islam adalah ajaran islam yang membicarakan amal manusia, baik sebagai makhluk ciptaan Allah maupun sebagai hamba Allah.
Allah SWT berfirman:

“Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”(Al-Baqarah : 213)
Ayat di atas menunjukan bahwa sekiranya Allah SWT dan Rasulnya telah menentukan suatu perkara, maka umat islam dilarang mengambil ketentuan lain. Janganlah umat islam untuk berpaling dari hukum yamg telah diturunkan Allah SWT.

Sumber Hukum Islam
Alqur’an ialah wahyu Allah SWT. Yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhamad Saw. Sebagai sumber hukum dan pedoman hidup bagi pemeluk islam. Dan jika dibaca menjadi ibadah kepada Allah.
Allah berfirman dalam QS. Al-an’am: 155

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”
As-sunnah ialah perkataan Nabi Muhamad Saw. Perkataannya dan keterangannya yaitu sesuatu yang dikatakan atau diperbuat oleh sahabat dan ditetapkan oleh nabi.

Ijtihad ialah menggunakan seluruh kesanggupan untuk menetapkan hukum syara’ dengan jalan menentukan dari kitab dan sunnah.
Macam-macam Hukum
Wajib adalah perbuatan yang dituntut oleh syar’i untuk dilakukan dengan tuntutan yang tagas.
Sunnatadalah menganjurkan atau khitob yang mengandung perintah yang tidak wajib dituruti.
Haram adalah perintah atau khitob yang mengandung larangan yang harus kita dijauhi.
Makruh adalah perintah atau khitob yang mengandung larangan, tapi tidak harus kita jauhi.
Mubah adalah perintah atau khitob yang memperbolehkan sesuatu untuk diperbuat atau dinggalkan,

OBAT
Pengertian Obat
Obat dalam kamus besar bahasa Indonesia adalahbahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit.
Definisi Obat menurut Farmacope adalah bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Atau campuran bahan yang digunakan pengobatan, peredaan, pencegahan atau diagnose suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau hewan.
Bahan kimia secara umum didefinisikan sebagai zat atau materi yang terkandung dalam semua benda. Jadi, semua benda disekitar kita dasarnya mengandung bahan kimia. Dalam penggunaan di dunia kesehatan, bahan kimia digolongkan kedala dua macam, yaitu bahan kimia alami dan bahan kimia sintesis.

Dengan adanya penggolongan jenis bahan kimia tersebut bias di ambil pemahaman bahwa semua jenis obat-obatan kesehatan pasti mengandung bahan kimia. Perbedaannya adalah apakah bahan kimia itu alami, murni dari alam ataukah bahan kimia sintesis, misalnya bahan kimia buatan pabrik.
Jadi, obat herbal sebenernya juga mengandung bahan kimia, namun bahan kimia dalam obat herbal adalah bahan kimia alami. Hampir semua bahan dari alam, dipastikan mengandung bahan atau zat kimia alami yang berbeda-beda.
Obat dibagi menjadi dua yaitu:
Obat berbahan kimia alami
Obat berbahan kimia sintetis

Perbedaan Obat Berbahan Sintetis dan Alami
Obat Berbahan Kimia Sintetis
Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.
Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.
Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
Reaksi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.
Reaksi terhadap tubuh cepat.

Obat Berbahan Kimia Alami
Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.
Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.
Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.
Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.
Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.4

ALKOHOL
Pengertian alkohol
Alkohol atau yang sering disebut dengan alkuhul dalam bahasa Arab, yang bentuk jamaknya (plural) adalah alkuhulat, merupakan cairan yang tidak berwarna yang memiliki bau khusus yang sering ditemukan dalam minuman beralkohol .
Di dalam kamus besar bahasa indonesia dijelaskan bahwa alkohol ialah cairan tidak bernama yang mudah menguap, mudah terbakar, dipakai di industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yang memabukan dalam kebanyakan minuman keras; C_2 H_5 OH; etanol atau senyawa organik dengan gugus OH pada atom karbon jenuh.

Jenis-jenis Alkohol
Menurut Fessenden ada beberapa jenis alkohol yang penting, antara lain adalah sebagai berikut:
– Metanol
– Etanol
– Isopropil
– Etilen
– Gliserol.
Dari berbagai jenis alkohol tersebut “Etanol”lah yang sering digunakan dalam dunia kimia, farmasi, dan kedokteran.Etanol merupakan jenis alkohol, dan dua dibentuk oleh fermentasi glukosa oleh enzim dalam ragi.Alkohol ini bahan kimia yang memiliki ‘”gugus fungsional OH.Alkohol umumnya diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, berdasarkan jumlah atom karbon yang memiliki pranala ke atom karbon yang menyandang gugus hidroksil.Tiga kelompok yang primer, sekunder dan tersier.Kelompok-kelompok utama memiliki rumus RCH2OH, yang RR’CHOH sekunder dan tersier memiliki rumus RR’R “COH, dimana R merupakan singkatan gugus alkil.Etanol milik kelompok utama alkohol. Etanol adalah satu-satunya jenis alkohol yang dapat dikonsumsi. Jenis lain dari alkohol meliputi metil alkohol, alkohol dan butanol.

Beberapa alkohol yang larut dalam air dan beberapa yang lain tidak. Alkohol dengan empat atau kurang rantai karbon yang larut dalam air, dan mereka dengan lima atau lebih karbon tidak. Etanol, Metanol dan Propanol adalah beberapa alkohol yang larut dalam air, sedangkan Pentanol tidak larut.Alkohol memiliki titik didih yang tinggi, dan juga menunjukkan baik sifat asam atau basa.

Alkohol telah digunakan selama berabad-abad, dan etanol telah digunakan dari abad kesembilan, ketika Persia Arab pertama menyuling itu.Kedua alkohol dan etanol yang digunakan dalam banyak cara. Beberapa alkohol, khususnya etanol, digunakan sebagai minuman. Jenis lain seperti etil alkohol dan metil alkohol yang digunakan sebagai bahan bakar, dan digunakan dalam berbagai cara untuk keperluan industri. Etanol ini juga digunakan sebagai pelarut dalam parfum, obat-obatan dan esens sayuran.Etanol juga digunakan sebagai antiseptik .

Dan inilah diantaranya kegunaan etanol dalam dunia kimia, farmasi dan kedokteran:
Sebagai pelarut. Sesudah air, alkohol merupakan pelarut yang paling bermanfaat dalam farmasi. Digunakan sebagai pelarut utama untuk banyak senyawa organik.
Sebagai bakterisida (pembasmi bakteri). Etanol 60-80 % berkhasiat sebagai bakterisida yang kuat dan cepat terhadap bakteri-bakteri. Penggunaannya adalah digosokkan pada kulit lebih kurang 2 menit untuk mendapatkan hasil maksimal. Tapi alkohol tidak bias memusnahkan spora .
Sebagai alcohol penggosok. Alkohol penggosok ini mengandung sekitar 70% v/v, dan sisanya air dan bahan lainnya. Digunakan sebagairubefacient pada pemakaian luar dam gosokan untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien yang terbaring lama.
Sebagai gesmisida (pembasmi kuman) alat-alat.
Sebagai pembersih kulit sebelum injeksi.
Sebagai subtract, senyawaintermediant, solven, dan pengendap6

Hukum Mengkonsumsi Obat yang Mengandung Alkohol

Dalam dunia farmasi atau kedokteran obat adalah sesuatu yang sangat diandalkan dalam proses penyembuhan. Ketika para medis atau dokter mengetahui gejaladan penyebab adanya penyakit, maka meraka para dokter akan mencari bahan apa saja yang akan digunakan dalam racikan pembuatan obat-obatan yang dapat menghilangkan atau meredakan penyakit itu.
Pengobatan dengan menggunakan obat kimia memiliki beberapa sifat tertentu yakni lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejala yang timbul, bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitanya saja, bersifat paliatif spekualatif, lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut, reaksi cepat namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain.

Tanpa di sadari dalam kehidupan sehari-hari, beberap makanan yang dikonsumsi banyak ynag mengandung alkohol, baik itu makanan olahan ataupun alami. Seperti buah nangka, durian, kelengkeng, dan tape. Juga dizaman sekarang beberapa obat farmasi mengandung alcohol sebagai bahan tambahannya.

Alkohol kadang sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alkohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol.Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut bukan methanol atau grup alkohol lainnya.Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi contohnya yang digunakan dalam bahan pembuatan obat.

Peran Alkohol Dalam Obat
Menurut Drs. Chilwan Pandji Apt Msc, fungsi alcohol itu adalah untuk melarutkan atau mencampur zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agarobat tahan lama. Alkohol sebagai pelarut disini digunakan untuk melarutkan zat aktif itu, dapat larut dan memiliki dosis yang sama pada setiap tetesnya. Hal ini diperlukan karena jika obat obat tersebut tidak larut sempurna akanada zat aktif yang mengedap di dasar botol yang dapat menyebabkan dosis tidak sesuai.

Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB itu menambahkan bahwa berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.

Sedangkan salah seorang praktisi kedokteran, Dr. Dewi mengatakan, “Efek ketenangan akan dirasakan dari alkohol yang terdapat dalam obat batuk, yang secara tidak langsung akan menurunkan tingkat frekuensi batuknya.Akan tetapi bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut.”
Berdasarkan informasi tersebut sebenarnya alkohol bukan satu-satunya bahan yang harus ada dalam obat batuk.Ia hanya sebagai penolong untuk ekstraksi atau pelarut saja.

Perbedaan Alkohol dengan khamer
Dalam kimia, alkohol adalah istilah yang lebih umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain. Dilihat dari gugus fungsinya ini, alkohol memiliki banyak golongan. Golongan yang paling sederhana adalah metanol dan etanol. Sampai yang rumit seperti cyclohexanol (digunakan di industry nilon) yang membentuk cincin, juga sorbitol (pemanis yang sering kita jumpai di minuman manis berkemasan) yang berupa makromolekul.

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap (volatile), mudah terbakar (flammable), tak berwarna (colorless), memiliki wangi yang khas dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern.Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua.

Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O.Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter.Etanol sering disingkat menjadi EtOH, dengan “Et” merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).

Sedangkan Khamar secara etimologi (bahasa) berarti menutup sesuatu, dari sini asal khamer yaitu menutup kepala wanita, diambil (dari surat an-nisa 14:31). Dinamai minuman memabukan itu karena zat itu menyebabkan tertutupnya aktivitas akal bagi peminumnya dan menurut sebagian orang adalah nama bagi setiap yang memabukan, sedangkan menurut sebagian orang sebagai nama bagi (cairan) yang diambil dari anggur dan kurma.
Menurut istilah, khamer adlah cairan yang dihasilkan dari peragian (fermentasi) biji-bijian atau buah-buahan dan mengubah saripatinya menjadi alkohol dengan menggunakan katalisator (enzim) yang mempunyai kemampuan untuk memisahkan unsur-unsur tertentu yang merubah melalui proses peragian.

khamar tidak terbatas terbuat dari perasan anggur saja, tetapi mencakup semua yang bisa menutupi akal dan memabukannya. Setiap minuman yang memabukkan dan menutupi akal layak disebut khamar, baik terbuat dari anggur, gandum, jagung, kurma, maupun lainnya.Jika khamar diharamkan karena zatnya, sementara pada hadits di atas dinyatakan bahwa berarti itu menunjukkan bahwa sifat yang melekat pada zat khamar adalah memabukkan. Karena sifat utama khamar itu memabukkan, maka untuk mengetahui keberadaan zat khamar itu atau untuk mengenali zatnya adalah dengan meneliti zat-zat apa saja yang memiliki sifat memabukkan.

Khamr terdiri dari 2 jenis, yaitu khamr yang mengandung alkohol dan khamr yang tidak mengandung alkohol. Contoh khamr yang mengandung alkohol adalah : beraneka macam bir (Bir Bintang, Anker Bir, Bir Pilsener, Anggur Ketan Hitam, dll.), aneka jenis arak masak (ang ciu/arak merah, arak putih, arak mie, arak gentong, sake, sari tape, dll.), aneka bahan roti beralkohol (rhum, essence beralkohol, dll.), beraneka cairan yang mengandung alkohol dan keluarganya (metanol, etanol, butanol/spiritus, propanol, dll.), serta produk-produk lain, seperti kirsch, brandy, spirits, wine, dll.

Kemudian, contoh khamr yang tidak mengandung alkohol adalah ganja, morfin, opium, marijuana, sabu-sabu, extacy, serta beraneka jenis obat yang tergolong psikotropika.Psikotropika ini termasuk mukhadirot dan masuk dalam golongan al khamr. Seluruh produk tersebut di atas mengaki-batkan mabuk atau tidak sadarkan diri.
Perlu diketahui bahwa pada zaman Rasulullah saw dan para sahabat istilah alkohol belum dikenal sebagaimana sekaang ini. Akan tetapi, jika dilihat dari pengaruh dan efek yang ditimbulkan iskar (memabukan), maka akan didapati sebuah sinonim alkohol dengan benda pada zaman rasulullah yaitu khamer.

Karena adanya kolerasi (hubungan timbal balik atau sebab akibat) yang kuat antara keduanya, maka khamer pada hakikatnya sama kedudukannya dengan alkohol jika dilihat dari sisipengaruhnya. Karena keduanya memiliki subtansi yang sama yakni sama-sama memabukan.
Memang khamer adalah zat yang mengandung alkohol, sedangkan alkohol tidak selamanya disebut khamer.Jadi kmaner lebih umum dari pada alkohol.Disebut khamer adalah jika suatu benda mengandung alkohol yang berkadar tinggi dan memabukan, Sedangkan alkohol bisa bersifat alami, seperti yang ada pada buah-buahan atau perasan buah-buahan.Namun perasan buah itu tidak serta merta menjadi kamer.Tape bisa disebut kamer jika kadar alkoholnya telah banyak dan menyebabkan mabuk. Berdasarkan dalil:
وعن ابن عمر رضى الله عنهما اّنّ النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : كلّ مسكر خمر وكلّ مسكر حرام
“Setiap yang memabukkan adalah khomr.Setiap yang memabukkan pastilah haram.(HR.Muslim : 2003)

Hukum obat yang mengandung alkohol

Alkohol banyak digunakan untuk kebutuhan yang bersifat pengobatan. Kegunaannya cukup membantu para medis di dalam melakukan pengobatan kepada pasien.Adapun pemanfaatan alkohol adalah sebagai pelarut atau campuran zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agar obat tahan lama.
عن أسامة بن شريك قال قالت الأعراب يا رسولا لله “ألا نتداوى قال نعم يا عباد الله تداووا فأن الله لم يضع داء ألا وضع له شفاء ألا داء واحدا” قالوا” يا رسول الله وما هو”قال” الهرم”
Artinya :
Dari Usamah bin Syuraik ia berkata: seorang Arab Badui bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab: “Ya, wahai hamba Allah berobatlah. Karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menrunkan obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka beratanya: “apa itu?” Beliau menjawab: “Tua” (HR. At-Tirmidzi)
عن أبى هريرة رضى الله عنه عنالنبى صلى الله عليه وسلم قال :” ما أنزل الله داءًألا
أنزل له شفاءً
Artinya :
Dari abu Hurairah semoga Allah meridoi kepadanya ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menurunkan baginya obat” (HR. Bukhari)
Pada dua hadis diatas Rasululah saw. Menunjukan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Tapi obat yang bagaimana yang akan membawa kita kepada kesembuhan.
وعن امسلمة رضى الله عنها عن النبى صلى الله عليه وسلم قال:” أن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرّم عليكم”
Artinya :
Dan dari ibnu mas’ud semoga Allah merdhai kepadanya ia berkata: “sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang di haramkan bagi kalian.” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqqi dan di shahihkan oleh Ibnu Hiban)

عن واءل الحضرمي أنّ طارق بن سويد سأل النبى ص عن الخمر يصنعها للدواء فقال (أنّها ليست بدواء ولكنّها داءٌ) أجرجه مسلم و أبو داود

Dari wa’il al-Hudhrami, bahwasanya Thariq bin Suwaid bertanya kepada Nabi saw. Dari ha arak yang dijadkan dia obat. Maka sabdanya: “ia itu bukan obat, tetapi penyakit”. (dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dan lain-lainnya)
Dijawab oleh hadis diatas bahwa Allah SWT. Tidak akan menjadikan kesembuhan pada sesuatu yang haram. Dan bagaimana hukum alkoholpada pembuatan (campuran) obat yang banyak digunakan pada saat ini. Apakah hukumnya haram sama seperti haramnya khamer karena didalam khamer terdapat alkohol.
Allah SWT. Berfirman dalam al-qur’an surat an-nahl : 67 yang berbunyi:

Artinya :“ Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”
Tetapi manusia masih banyak yang bertanya tentang khamer, maka Allah SWT. Berfirman dalam al-qur’an surat al-baqarah : 219 yang berbunyi:

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Ketika ayat itu menerangkan bahwa dalam khamer masih ada manfa’atnya mereka masih meminumnya, kebanyakan dari mereka yang meminumnya tidak sadarkan diri. Lalu Allah SWT. Berfirman dalam al-qur’an surat an-nisa : 43 yang berbunyi:

Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu.Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”
Kemudian Allah SWT. Mengharamkan khamer dalam al-qur’an surat al-maidah : 90-91 yang berbunyi:

Artinya :“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Yang jadi illah (sebab) pengharaman khomer adalah karena memabukkan.Khomer diharamkan karena illah (sebab pelarangan) yang ada di dalamnya yaitu karena memabukkan.Jika illah tersebut hilang, maka pengharamannya pun hilang. Karena sesuai kaidah
الحكم ىدور مع العلة وجودا وعدما
Artinya: “hukum itu berputar bersama ilatnya dalam mewujudkan dan meniadakan hukum.”
Illah dalam pengharaman khaner adalah memabukkan dan illah ini berasal dari Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan ulama kaum muslimin)
Asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat bahwa sesuatu yang telah bercampur dengan alkohol tidak boleh dimanfaatkan, meskipun kadar alkoholnya rendah, dalam arti tidak mengubahnya menjadi sesuatu yang memabukkan. Karena hal ini tetap masuk dalam hadits “Sesuatu yang banyak memabukan sedikitnyapun haram”Ketika beliau ditanya tentang obat-obatan yang sebagiannya mengandung bahan pembius dan sebagian lainnya mengandung alkohol, dengan perbandingan kadar campuran yang beraneka ragam, maka beliau menjawab: “Obat-obatan yang memberi rasa lega dan mengurangi rasa sakit penderita, tidak mengapa digunakan sebelum dan sesudah operasi. Kecuali jika diketahui bahwa obat-obatan tersebut dari “Sesuatu yang banyaknya memabukkan” maka tidak boleh digunakan berdasarkan sabda Nabi r.a:“sesuatu yamg banyak memabukan yang sedikitnyapun haram” Adapun jika obat-obatan itu tidak memabukkan dan banyaknya pun tidak memabukkan, hanya saja berefek membius (menghilangkan rasa) untuk mengurangi beban rasa sakit penderita maka yang seperti ini tidak mengapa.

Obat-obat yang mengandung alkohol sekarang ini tidak memabukan seperti mabuk yang diakibatkan oleh khamer, melainkan hanya berefek mengurangi kesadaran para penderita dan mengurangi rasa sakitnya. Jadi ini mirip obat bius yang berefek menghilangkan rasa sakit (sehingga penderita tidak merasakan sakit sama sekali) tanpa disertai rasa nikmat dan terbuai.
Syaikh ibnu Utsaimin berkata bahwa hukum yang bergantung pada suatu ‘ilat, jika ‘ilat tersebut tidak ada maka hukumnya pun tidak ada.Selama ‘ilat suatu perkara dihukumi khamer adalah “memabukkan”, sedangkan obat-obatan ini tidak memabukan, berarti tidak termasuk tategori khamer yang haram.

Wajib mengetahui perbedaanantara pernyataan “sesuatu yang banyak memabukan maka sedikitnya pun haram” dengan pernyataan bahwa “sesuatu yang memabukkan dan dicampur dengan bahan yang lain maka haram.” Karena pernyataan yang pertama artinya minuman itu sendiri (adalah merupakan khamer), apabila meminum banyak mabuk dan apabila minum sedikit maka tidak akan mabuk, namun Rasulullah saw mengatakan “sedikitnya pun haram.” (kenapa demikian padahal yang sedikit itu tidak memabukan?) karena itu merupakan dzari’ah (artinya bahwa yang sedikit itu merupakan wasilah atau perantara yang akan menyeret pelakunya sampai akhirnya dia minum banyak, sehingga haram).

Adapun mencampur dengan bahan lain dengan perbandingan kadar alkoholnya sedikit sehingga tidak menjadikan bahan tersebut menjadi khamer (yang haram). Ibarat seperti benda najis yang jatuh ke dalam air (tapi kadar najisnya sedikit) dan tidak menajisi (merusak kesucian) air tersebut (karena warna, bau, ataupun rasanya tidak berubah) maka air tersebut tidak menjadi najis karenanya (tetap suci dan menyucikan).

Dari pemaparan di atas menyatakan bahwa haram menggunakan sesuatu yang memabukan yaitu khamer.Adapun jika benda tersebut tidak termasuk jenis yang memabukan maka diperoleh untuk menggunakannya karena tidak dikategorikan sebagai khamer.

Menggunakan sesuatu yang haram untuk pengobatan merupakan perbuatan jahat,baik menurt agama maupun akal pikiran. Berkenaan dengan akal pikira, allah mengharamkan minuman kearas karena zat itu tidak suci. Allah tidak pernah mengharamkan yang baik-baik bagi kaum muslim, sebagaimana yang Dia putuskan tearhadap Bani Isra’il.

Artinya: Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, (an-nisa:160)

Allah hanya melarang bagi kaum ini sesuatu yang di dalamnya terkandung bahaya.Ini bertujuan untuk menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari bahaya.Maka tidak seppaantasnya seorang hamba menggunakan zat-zat berbahaya untuk pengobatan.Bahkan, seandainya memiliki khasiat terhadap penyakit, maka zat-zat semacam itu memadharatnya pasti menimbulkan penyakit yang lebih serius di dalam hatinya.
Sesuatu yang dilarang Allah adalah penyakit, karena itu tidak boleh digunakan sebagai obat. Hal-hal yang haram akan mengotori hati dan jiwa karena semua zat yang dikonsumsi akan mempengaruhi tubuh. Maka tubuh akan memperoleh temperamen buruk. Bagaimana jika obat itu merusak? Inilah sebabnya Allah melarang makanan, minuman, dan pakaian yang haram karena efek buruk yang dimilikinya akan mempengaruhi jiwa.

Memperbolehkan penggunaan obat-obatan haram kelak dapat mendorong penggunaan bahan-bahan tersebut untuk memuaskan hawa nafsu, terutama jika hati meyakini bahan-bahan tersebut dapat menyembuhkan penyakit jasmani.Akibatnya bahan-bahan tersebut lebih diminati dan disukai.Agama melarang penggunaan obat-obatan haram. Memang ada kontradiksi karena di satu sisi agama melarang penggunaan obat-obatan haram sedangkan di sisi lain bahkan itu dapat dipakai untuk keperluan lain.

Obat-obatan haram mengandung lebih banyak penyakit dibandingkan dengan penyakit yang akan dihilangkan. contohnya, biang dari segala kejahatan, yakni minuman keras, yang tidak diciptakan oleh Allah sebagai obat, menurut beberapa dokter dan ulama fiqih serta ahli kalam sangat berbahaya bagi otak yang merupakan pusat pikiran manusia. Hipokrates, ketika membahas penyakit-penyakit ganas mengatakan, “miniman keras memiliki pengaruh sangat merugikan terhadap otak, sebab zat itu naik ke tak dengan cepat, mengarah pada munculnya tumor di dalam tubuh. Karena itu minuman keras memnbahayakan otak.”pengarangal-kamil juga berkata, “miniman keras membahayakan otak dan saraf.”

Di dalam khamer memang terdapat alkohol tetapi alkohol dalam kandungan minuman itu banyak. Kadar alkohol di dalamnya maksimal sampai 70 % yang akan membuat peminumnya mabuk atau hilang akal/kesadaran. Jikalau sebuah minuman dan makanan terdapat alkohol tapi kandungan alkohol yang didalamnya sedikit dan tidak berefek memabukan maka boleh seperti halnya yang terdapat dalam buah nangka, durian, kelengkeng, dan teradapat juga didalam tape.

Alkohol yang digunakan dalam pencampuran obat hanyalah sedikit dan tidak sebanyak alcohol yang terdapat pada minuman keras (khamer) tapi jika dikonsumsi dalam jangka waktu ysng lama takutnya akan berdampak negatif sama dampaknya negatifnya pada tubuh,

Ethanol berbentuk padat dan mudah larut dalam air.Ini menyebabkan ethanol bisa bergerak ke seluruh tubuh. Ethanol yang masuk ke sistem pencernaan akan dilarutkan dalam air dan masuk ke aliran darah dan menyatu dengan membran sel. Bahkan, ethanol bisa masuk menembus jaringan, otot, kulit, serta otak. Saat berada di otak, alkohol bekerja pada salah satu bagiannya yang disebut nucleus accumbens. Area ini terletak di tengah otak dan bagian yang berkaitan dengan memori.Alkohol kemudian melepaskan dopamine pada nucleus accumbens.Ini menyebabkan orang merasa lebih tenang dan lebih baik.

Alkohol tak hanya berhenti sampai area nucleus accumbens saja, namun mulai menyebar ke seluruh bagian otak. Alkohol menghentikan komunikasi dan pergerakan bahan kimia antar reseptor saraf dalam otak.Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan sangat pelan.Alkohol menekan saraf dan otak, sementara saraf mempengaruhi hampir semua fungsi tubuh. Alkohol yang cukup banyak akan membuat orang tertidur atau muntah. Namun lebih parah ketika alkohol menetap di otak. Alkohol akan menutup bagian-bagian otak yang melakukan pekerjaan penting. Tak jarang seseorang meninggal saat mabuk karena otak mereka lupa caranya bernapas.Kemudian, alkohol diproses dalam lever.Alkohol tak merusak lever, namun zat dari alkohol yang telah diproses itulah yang bisa menyebabkan kerusakan. Sementara itu, alkohol yang tidak diproses akan terus beredar ke seluruh tubuh, keluar dalam bentuk urin dari ginjal, masuk ke kulit, dan paru-paru
Alkohol berperan dalam dunia farmasi yaitu bahan campuran obat sebagai pelarut agar disetiap tetes obat tersebut mempunyai dosis yang sama. Jika dalam alkohol ada manfaat dan ada efek negatif di dalamnya maka ambilah sesuatu yang jangan mengambil sesuatu yang banyak kemadharatannya dari pada manfaatnya seperti firman Allah SWT.Dalam al-qur’an surat al-baqarah : 219

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.
Dan pada dalil al-qur’an surat an-nisa : 29 yang berbunyi:

Artinya : “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka dianatara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu”.
Di antara maksud ayat ini adalah janganlah menjerumuskan diri dalam kebinasaan yaitu yang dapat mencelakakan diri sendiri. Di antara bentuknya adalah mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat membahayakan jiwa.
Dan pada QS, AL-maidah :88 dan AL-baqarah:168 yang menerangkan bahwa makanan itu bukan hanya halal tapi harus baik.

Artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Artinya :hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Begitu pula sebagaimana dikatakan oleh Chilwan Pandji di awal, berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan

Hukum Jual Beli Secara Online

Abstrak

Muhammad Arib Nazhir. Hukum Jual Beli secara Online.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari yang namanya memerlukan bantuan orang lain. Manusia sebagai makhluk ekonomi yang akan memenuhi keinginannya dengan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhannya. Diantara tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya adalah dengan cara jual beli. . Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan rukun dan syarat tertentu
Sedangkan yang dimaksud dengan jual beli secara online, ialah seperti halnya jual beli pada umumnya hanya saja dilakukan dengan cara online melalui media maya. Jual beli secara online memiliki permasalahan-permasalahan yang dapat berujung pada penentuan hukum. Hail ini bertujuan untuk mengetahui hukum jual beli secara online.
Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode deskriptif, yaitu teknik pengumpulan data secara literatur melalui sumber-sumber ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan.
Karya tulis ini disusun untuk membuka mata hati para pelaku jual beli secara online untuk menjauhi praktek-praktek prilaku tidak terpuji dalam jual beli. Perilaku baik, melakukan jual beli yang halal dengan cara yang jujur akan diridhoi oleh Allah SWT., dan tidak akan merugikan. Continue reading “Hukum Jual Beli Secara Online”

SALEP DARI DAUN NANGKA

ABSTRAK

ANNISA NURFAUZIYAH : Salep dari Daun Nangka
Daun nangka memiliki banyak khasiat dan sangat bermanfaat untuk kesehatan, karena memiliki kandungan antioksidan, kalsium, vitamin C dan juga vitamin E. Salah satu khasiat dari buah ini adalah dapat mengatasi penyakit kulit, seperti luka, borok, bisul dan sebagainya karena daun nangka dapat mempercepat pengeringan penyakit luar dan juga mempercepat regenerasi sel, sehingga tidak ada sel yang terlalu lemah pada kulit. Untuk mengatasi penyakit kulit tersebut, Salep bisa menjadi bentukan yang tepat untuk mengefektifitaskan kerja dari daun nangka dalam menyembuhkan beberapa penyakit kulit, dengan menggunakan metode penelitian eksperimen, penulis akan mencoba bereksperimen membuat salep dari daun nangka. Kemudian setelah penulis mencoba bereksperimen membuat salep daun nangka ini, akhirnya salep pun berhasil berguna sesuai dengan kegunaannya, yaitu menyembuhkan luka.

Continue reading “SALEP DARI DAUN NANGKA”